Pada praktikum lapangan pada 8 s/d 10 Juni 2009 lalu kami mengunjungi 3 tempat, pertama daerah Gambut km 17, kawasan pesisir pantai desa Pagatan Besar Kecamatan Takisung, dan desa Damit untuk mengamati keadaan serta potensi lahan basah yang ada di Kalimantan Selatan. Dalam artikel ini saya membahas tentang potensi tanaman obat yang ada di desa Pagatan Besar dan desa damit.
Desa Pagatan Besar terletak di Kecamatan Takisung. Desa ini terletak di pesisir selatan provinsi Kalimantan Selatan, sebuah wilayah yang merupakan batas antara ekosistem laut dan daratan. Kawasan pantai, hutan mangrove dan persawahan pasang surut merupakan rona alam yang membentang dari garis pantai menuju daratan. Jika dilihat sekilas, kawasan pesisir pantai itu hanyalah hamparan pantai yang terabaikan ditambah lagi dengan keadaan air lautnya yang cokelat karena mengandung lumpur. Air laut di sepanjang pesisir pantai Pegatan Besar berwarna cokelat keruh, hal ini karena daerah tersebut merupakan muara dari sungai Barito, di mana di daerah hulu sungai tersebut banyak terdapat pabrik-pabrik dan pertambangan. Oleh karena itu, limbah-limbah serta lumpur dari daerah hulu terbawa ke laut. Di sepanjang pantai banyak ditemukan gumpalan lumpur yang terbawa oleh air laut yang selanjutnya menggumpal sehingga berbentuk seperti batu. Penduduk sekitar umumnya bekerja sebagai nelayan, dan lainnya hidup dengan bertani dan berkebun.
Setelah observasi lapangan, kami menemukan beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang berpotensi untuk dijadikan obat, contohnya undur-undur (Myrmeleon sp) yang berkhasiat menurunkan kadar gula penderita diabetes. Berdasarkan penelitian, binatang ini mengandung zat sulfonylurea.Kerja sulfonylurea pada undur-undur adalah melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin.
undur-undur
Selain itu juga ada terung pipit yang cairannya berfungsi sebagai penawar bisa patukan ular dan sengatan serangga. Buahnya jika dimakan mampu melegakan sakit perut. Terung Pipit membantu pembekuan darah , melegakan batuk , mengurangkan sakit akibat gastric dan untuk melancarkan haid yang tidak teratur.
Terdapat pula tapak liman (Elephanthopus scaber L) yang berkhasiat untuk radang, seperti peradangan amandel, influenza, radang tenggorok, radang mata, radang ginjal yang akut dan kronis, serta radang rahim atau keputihan.
tapak liman
Flora lainnya yang tumbuh di daerah ini yaitu jarak, jangkang, banglai, andi-andi, lambai, bakung, pandan laut, sedangkan untuk fauna di daerah itu berupa udang, ikan laut, kerang, timpakul, kepiting, dan lain-lain. Tetapi sayangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan flora dan fauna ini sangat kurang sehingga mereka jarang sekali memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan sebagai obat. Hal ini sungguh disayangkan, mengingat potensi yang ada di kawasan pesisir ini cukup besar, khususnya potensi obat-obatan tradisional.
Masalah salinitas di daerah ini merupakan salah satu masalah yang cukup urgent. Salinitas adalah kadar garam yang terkandung dalam satu kilogram air. Salinitas merupakan faktor yang penting dalam ketersediaan air bersih dalam lingkungan pesisir. Kadar salinitas dalam air yang berlebih mengakibatkan berbagai efek terhadap manusia terutama untuk kesehatan manusia. Air laut di daerah tersebut memikili kadar salinitas yang cukup tinggi. Masuknya air laut ke bawah tanah atau yang biasa disebut dengan intrusi air laut menyebabkan air bawah tanah di daerah tersebut terkontaminasi oleh air laut. Air tanah yang semula tawar menjadi payau, menurut narasumber air sumur yang mereka gunakan baru berubah menjadi payau sejak 5 tahun yang lalu. Sekarang sebagian dari warga akan membeli air untuk digunakan sebagai air minum, tetapi untuk keperluan memasak serta masalah MCK tetap menggunakan air sumur yang ada di rumah mereka masing-masing. Beberapa warga mengatakan bahwa untuk masalah kesehatan tidak terlalu menjadi masalah karena sudah terbiasa, tetapi untuk kasus bayi, batita dan balita beberpa memang terkena diare dan gatal-gatal pada awalnya. Diare ini sumbernya dapat dari mikroorganisme yang merugikan seperti bakteri E.Coli, Shigella, Salmonella, dan Campylobacter yang mungkin terkontaminasi pada air sumur yang digunakan oleh warga. Sealin itu jika warga tersebut terus menkonsumsi air dengan kadar salinitas yang tinggi, logam-logam yang terlaut di air tersebut akan terakumulasi di tubuh mereka dan akan mengakibatkan berbagai penyakit di kemudian hari. Sebagai perbandingan, air tawar mempunyai salinitas <>
Abrasi pantai yang besar mengakibatkan terkikisnya bibir pantai sehingga kawasan ini semakin hari semakin menyempit. Abrasi pantai ini disebabkan oleh tingginya gelombang air laut dan tidak adanya pemecah gelombang serta minimnya tumbuhan bakau untuk memperkuat tanah disekitar pesisir. Abrasi sebenarnya merupakan peristiwa terkikisnya alur-alur pantai akibat gerusan air laut. Pengikisan ini terjadi karena permukaan air laut mengalami peningkatan. Naiknya permukaan air laut bisa disebabkan mencairnya es di daerah censor akibat pemanasan global. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan hutan bakau atau mangrove. Mengapa harus hutan mangrove? Karena mangrove yang ditanam di pinggiran pantai, akar-akarnya mampu menahan ombak sehingga menghambat terjadinya pengikisan pantai. Abrasi pantai tidak hanya membuat garis-garis pantai menjadi menyempit, bila dibiarkan bisa menjadi lebih berbahaya. Demikian juga dengan pemukiman penduduk yang berada di areal pantai tersebut. Lama kelamaan mereka akan kehilangan tempat tinggalnya. Lantas, bagaimana solusinya? Jawabnya tentu saja dengan mengembangkan serta mengembalikan fungsi hutan mangrove. Tapi, persoalan baru pun muncul. Ternyata, tanaman mangrove hanya dapat tumbuh pada tanah gambut yang berlumpur. Hal ini tentu saja menjadi persoalan tersendiri bagi kawasan pantai di
Observasi @ desa Damit
Daerah tangkapan air (Damit) yang terletak di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut merupakan tempat observasi selanjutnya. Desa ini terletak di salah satu sudur rangkaian pegunungan Meratus, wilayah yang terletak di dataran tinggi yang hampir seluruhnya tertutup
damit
Flora dan fauna didaerah ini cukup beragam, dan beberapanya diantaranya berkhasiat sebagai tanaman obat. Contohnya Waluh yang mengandung berbagai macam zat yang berguna bagi kesehatan tubuh sepertiair, citruline, arginin, asparagine, adenin, carotene, niacin, riboflavin, thiamin, karbohidrat, serat, kalsium, pospor, besi, sodium, potassium, vit A, B dan C, lemak, asam askorbat, dan glukosa. Selain dagingnya, biji waluh ternyata mempunyai khasiat bagi kesehatan. Khasiatnya untuk mengatasi dan mencegah masalah batu ginjal. Selain itu juga bermanfaat untuk asma, rabun senja, dan mengobati luka bakar.
karamunting
Tanaman-tanaman lainnya yaitu, padi, singkong, timun, kacang panjang, tomat, tebu, karamunting, jagung, kangkung, permot, dan karet. Fauna yang hidup di daerah tersebut berupa semut, lalat, cacing, bekicot, siput dan lebah tanah.
Damit ini merupakan daerah yang digunakan sebagai pemasok air untuk perairan di sawah serta kebun petani yang ada di sekitar daerah tersebut. Keadaan fisik daerah tangkapan air ini cenderung kurang perawatannya serta kemampuannya untuk menampung air juga kurang karena dari awal pembuatannya sampai sekarang sudah 2 (dua) kali mengalami jebol. Pada saat musim hujan, maka tangkapan air menjadi lebih banyak sehingga untuk pengairan sawah dan kebun menjadi lancar. namun ksploitasi hutan berupa penebangan pohon di daerah tersebut menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan air. Tidak adanya penahan air dapat menyebabkan kawasan tersebut menjadi rentan mengalami banjir dan longsor. Bendungan yang ada di daerah tersebut akan bekerja lebih berat untuk menampung air hujan dan air yang berasal dari beberapa anak sungai yang jika bendungan tidak mampu menahan air akan mengakibatkan jebolnya tanggul sehingga menyebabkan banjir dan berakibat buruk pada petani di daerah tersebut karena sawah dan kebun mereka rusak. Kejadian ini memberikan kerugian yang cukup besar pada para petani, dan menurut hasil observasi beberapa petak sawah di daerah tersebut terbengkalai karena rusak ketika terjadi banjir. Kemarau akan menyebabkan kekeringan di daerah ini, tetapi akan memberikan dampak positif yaitu terhindar dari banjir karena berkuranya pasokan air pada bendungan tersebut.
Penyakit yang diderita masyarakat di daerah ini umumnya penyakit kulit, hal ini kemungkinan disebabkan oleh air yang mereka gunakan untuk mandi dan mencuci yang berasal dari bendungan, serta demam berdarah akibat banyaknya daerah tergenang air yang merupakan habitat bagi nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah.
Semoga bermanfaat ..
Elvira Rossa Kirana, Juni 2009.




