RSS

Kamis, 25 Juni 2009

Observasi Lahan Basah di Pesisir Pantai Pagatan Besar dan Daerah Tangkapan Air Desa Damit



Lahan basah merupakan ekosistem yang produktif, mempunyai sejumlah fungsi dan manfaat yang bernilai bagi manusia. Lahan basah adalah daerah peralihan antara sistem perairan dan sistem daratan. Tumbuhan yang hidup umumya adalah hidrofita, substratnya berupa tanah hidric yang tidak dikeringkan serta berupa bahan bukan tanah dan jenuh atau tertutup dengan air dangkal pada suatu waktu selama musim pertumbuhan setiap tahun.

Pada praktikum lapangan pada 8 s/d 10 Juni 2009 lalu kami mengunjungi 3 tempat, pertama daerah Gambut km 17, kawasan pesisir pantai desa Pagatan Besar Kecamatan Takisung, dan desa Damit untuk mengamati keadaan serta potensi lahan basah yang ada di Kalimantan Selatan. Dalam artikel ini saya membahas tentang potensi tanaman obat yang ada di desa Pagatan Besar dan desa damit.

Desa Pagatan Besar terletak di Kecamatan Takisung. Desa ini terletak di pesisir selatan provinsi Kalimantan Selatan, sebuah wilayah yang merupakan batas antara ekosistem laut dan daratan. Kawasan pantai, hutan mangrove dan persawahan pasang surut merupakan rona alam yang membentang dari garis pantai menuju daratan. Jika dilihat sekilas, kawasan pesisir pantai itu hanyalah hamparan pantai yang terabaikan ditambah lagi dengan keadaan air lautnya yang cokelat karena mengandung lumpur. Air laut di sepanjang pesisir pantai Pegatan Besar berwarna cokelat keruh, hal ini karena daerah tersebut merupakan muara dari sungai Barito, di mana di daerah hulu sungai tersebut banyak terdapat pabrik-pabrik dan pertambangan. Oleh karena itu, limbah-limbah serta lumpur dari daerah hulu terbawa ke laut. Di sepanjang pantai banyak ditemukan gumpalan lumpur yang terbawa oleh air laut yang selanjutnya menggumpal sehingga berbentuk seperti batu. Penduduk sekitar umumnya bekerja sebagai nelayan, dan lainnya hidup dengan bertani dan berkebun.



Keadaan pantai Pagatan Besar


Setelah observasi lapangan, kami menemukan beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang berpotensi untuk dijadikan obat, contohnya undur-undur (Myrmeleon sp) yang berkhasiat menurunkan kadar gula penderita diabetes. Berdasarkan penelitian, binatang ini mengandung zat sulfonylurea.Kerja sulfonylurea pada undur-undur adalah melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin.

undur-undur

Selain itu juga ada terung pipit yang cairannya berfungsi sebagai penawar bisa patukan ular dan sengatan serangga. Buahnya jika dimakan mampu melegakan sakit perut. Terung Pipit membantu pembekuan darah , melegakan batuk , mengurangkan sakit akibat gastric dan untuk melancarkan haid yang tidak teratur.

terung pipit

Terdapat pula tapak liman (Elephanthopus scaber L) yang berkhasiat untuk radang, seperti peradangan amandel, influenza, radang tenggorok, radang mata, radang ginjal yang akut dan kronis, serta radang rahim atau keputihan.

tapak liman

Flora lainnya yang tumbuh di daerah ini yaitu jarak, jangkang, banglai, andi-andi, lambai, bakung, pandan laut, sedangkan untuk fauna di daerah itu berupa udang, ikan laut, kerang, timpakul, kepiting, dan lain-lain. Tetapi sayangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan flora dan fauna ini sangat kurang sehingga mereka jarang sekali memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan sebagai obat. Hal ini sungguh disayangkan, mengingat potensi yang ada di kawasan pesisir ini cukup besar, khususnya potensi obat-obatan tradisional.

Masalah salinitas di daerah ini merupakan salah satu masalah yang cukup urgent. Salinitas adalah kadar garam yang terkandung dalam satu kilogram air. Salinitas merupakan faktor yang penting dalam ketersediaan air bersih dalam lingkungan pesisir. Kadar salinitas dalam air yang berlebih mengakibatkan berbagai efek terhadap manusia terutama untuk kesehatan manusia. Air laut di daerah tersebut memikili kadar salinitas yang cukup tinggi. Masuknya air laut ke bawah tanah atau yang biasa disebut dengan intrusi air laut menyebabkan air bawah tanah di daerah tersebut terkontaminasi oleh air laut. Air tanah yang semula tawar menjadi payau, menurut narasumber air sumur yang mereka gunakan baru berubah menjadi payau sejak 5 tahun yang lalu. Sekarang sebagian dari warga akan membeli air untuk digunakan sebagai air minum, tetapi untuk keperluan memasak serta masalah MCK tetap menggunakan air sumur yang ada di rumah mereka masing-masing. Beberapa warga mengatakan bahwa untuk masalah kesehatan tidak terlalu menjadi masalah karena sudah terbiasa, tetapi untuk kasus bayi, batita dan balita beberpa memang terkena diare dan gatal-gatal pada awalnya. Diare ini sumbernya dapat dari mikroorganisme yang merugikan seperti bakteri E.Coli, Shigella, Salmonella, dan Campylobacter yang mungkin terkontaminasi pada air sumur yang digunakan oleh warga. Sealin itu jika warga tersebut terus menkonsumsi air dengan kadar salinitas yang tinggi, logam-logam yang terlaut di air tersebut akan terakumulasi di tubuh mereka dan akan mengakibatkan berbagai penyakit di kemudian hari. Sebagai perbandingan, air tawar mempunyai salinitas <>

Abrasi pantai yang besar mengakibatkan terkikisnya bibir pantai sehingga kawasan ini semakin hari semakin menyempit. Abrasi pantai ini disebabkan oleh tingginya gelombang air laut dan tidak adanya pemecah gelombang serta minimnya tumbuhan bakau untuk memperkuat tanah disekitar pesisir. Abrasi sebenarnya merupakan peristiwa terkikisnya alur-alur pantai akibat gerusan air laut. Pengikisan ini terjadi karena permukaan air laut mengalami peningkatan. Naiknya permukaan air laut bisa disebabkan mencairnya es di daerah censor akibat pemanasan global. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan hutan bakau atau mangrove. Mengapa harus hutan mangrove? Karena mangrove yang ditanam di pinggiran pantai, akar-akarnya mampu menahan ombak sehingga menghambat terjadinya pengikisan pantai. Abrasi pantai tidak hanya membuat garis-garis pantai menjadi menyempit, bila dibiarkan bisa menjadi lebih berbahaya. Demikian juga dengan pemukiman penduduk yang berada di areal pantai tersebut. Lama kelamaan mereka akan kehilangan tempat tinggalnya. Lantas, bagaimana solusinya? Jawabnya tentu saja dengan mengembangkan serta mengembalikan fungsi hutan mangrove. Tapi, persoalan baru pun muncul. Ternyata, tanaman mangrove hanya dapat tumbuh pada tanah gambut yang berlumpur. Hal ini tentu saja menjadi persoalan tersendiri bagi kawasan pantai di Indonesia yang sebagian besar wilayahnya perairannya diselimuti pasir.. Untuk itu, satu-satunya cara untuk menyelamatkan daratan dari ancaman abrasi pantai adalah dengan memasang pemecah ombak. Setelah itu, di balik pemecah ombak ditanami mangrove. Dengan demikian, tingkat kegagalan tumbuh dari mangrove dapat dikurangi.

Observasi @ desa Damit

Daerah tangkapan air (Damit) yang terletak di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut merupakan tempat observasi selanjutnya. Desa ini terletak di salah satu sudur rangkaian pegunungan Meratus, wilayah yang terletak di dataran tinggi yang hampir seluruhnya tertutup padang ilalang dan hutan-hutan kecil. Damit merupakan daerah yang digunakan sebagai pemasok air untuk perairan di sawah serta kebun petani yang ada di sekitar daerah tersebut.


damit

Flora dan fauna didaerah ini cukup beragam, dan beberapanya diantaranya berkhasiat sebagai tanaman obat. Contohnya Waluh yang mengandung berbagai macam zat yang berguna bagi kesehatan tubuh sepertiair, citruline, arginin, asparagine, adenin, carotene, niacin, riboflavin, thiamin, karbohidrat, serat, kalsium, pospor, besi, sodium, potassium, vit A, B dan C, lemak, asam askorbat, dan glukosa. Selain dagingnya, biji waluh ternyata mempunyai khasiat bagi kesehatan. Khasiatnya untuk mengatasi dan mencegah masalah batu ginjal. Selain itu juga bermanfaat untuk asma, rabun senja, dan mengobati luka bakar.

Ada juga karamunting yang berfungsi sebagai obat anti diare, rumput remason untuk gatal-gatal, teratai, kangkung, alang-alang, genjer dan lainnya.


karamunting

Tanaman-tanaman lainnya yaitu, padi, singkong, timun, kacang panjang, tomat, tebu, karamunting, jagung, kangkung, permot, dan karet. Fauna yang hidup di daerah tersebut berupa semut, lalat, cacing, bekicot, siput dan lebah tanah.

Damit ini merupakan daerah yang digunakan sebagai pemasok air untuk perairan di sawah serta kebun petani yang ada di sekitar daerah tersebut. Keadaan fisik daerah tangkapan air ini cenderung kurang perawatannya serta kemampuannya untuk menampung air juga kurang karena dari awal pembuatannya sampai sekarang sudah 2 (dua) kali mengalami jebol. Pada saat musim hujan, maka tangkapan air menjadi lebih banyak sehingga untuk pengairan sawah dan kebun menjadi lancar. namun ksploitasi hutan berupa penebangan pohon di daerah tersebut menyebabkan berkurangnya daerah tangkapan air. Tidak adanya penahan air dapat menyebabkan kawasan tersebut menjadi rentan mengalami banjir dan longsor. Bendungan yang ada di daerah tersebut akan bekerja lebih berat untuk menampung air hujan dan air yang berasal dari beberapa anak sungai yang jika bendungan tidak mampu menahan air akan mengakibatkan jebolnya tanggul sehingga menyebabkan banjir dan berakibat buruk pada petani di daerah tersebut karena sawah dan kebun mereka rusak. Kejadian ini memberikan kerugian yang cukup besar pada para petani, dan menurut hasil observasi beberapa petak sawah di daerah tersebut terbengkalai karena rusak ketika terjadi banjir. Kemarau akan menyebabkan kekeringan di daerah ini, tetapi akan memberikan dampak positif yaitu terhindar dari banjir karena berkuranya pasokan air pada bendungan tersebut.

Penyakit yang diderita masyarakat di daerah ini umumnya penyakit kulit, hal ini kemungkinan disebabkan oleh air yang mereka gunakan untuk mandi dan mencuci yang berasal dari bendungan, serta demam berdarah akibat banyaknya daerah tergenang air yang merupakan habitat bagi nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah.

Semoga bermanfaat ..

Elvira Rossa Kirana, Juni 2009.

Senin, 16 Maret 2009

Wetland di daerah Tungkaran


Ocha di lautan eceng gondok

Tanaman Eceng gondok (Eichonia crassipes)

Saya bersama teman-teman melakukan observasi ke Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, dengan titik koordinat 30 23’ 55.7” S dan 1140 49’ 32.5” E sebagai objek penelitian. daerah ini memiliki jenis tanah liat, dengan struktur tanah yang tidak teratur teteapi cukup subur, dengan daerah perairan atau rawa yag cukup dominan, dan mata pencaharian warga sekitar berupa petani dan pemancing ikan.
Wetland ini merupakan kawasan yang dipenuhi dengan tanaman eceng gondok .Hampir seluruh permukaan air ditutupi oleh tanaman rawa ini. Eceng gondok atau Eichonia crassipes, tanaman hias asal Brazil yang kini sudah menjadi tanaman gulma itu ternyata dapat diolah menjadi pupuk organik. Sisa-sisa penggunaan pupuk kimia oleh para petani di areal persawahan dan perkebunanyang kemudian hanyut ke sungai dan ke danau, menjadikan pertumbuhan dan penyebaran eceng gondok sangat cepat, sehingga sulit ditangani.Penelitian menunjukan bahwa tanaman eceng gondok banyak mengandung asam humat. Senyawa itu menghasilkan fitohormon yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman. Selain itu eceng gondok juga mengandung asam sianida, triterpenoid, alkaloid dan kaya kalsium.

Namun, selain tanaman eceng gondok, di kawasan ini juga terdapat beberapa jenis tumbuhan lainnya yaitu putri malu (Mimosa pudica), purun tikus,dan juga pisang (Musa paradiciaca).
Putri malu berkhasiat Dari daun hingga ke akarnya, tanaman ini berkhasiat untuk transquillizer (penenang), ekspektoran (peluruh dahak), diuretic (peluruh air seni), antitusif (antibatuk), antipiretik (penurun panas), dan antiradang.



Putri malu (Mimosa pudica)
Putri malu berkhasiat untuk mengatasi penyakit malaria. Akar dan bijinya berkhasiat untuk merangsang muntah. Para ahli pengobatan Cina dan penelitian AS serta Indonesia mengindikasikan, putri malu bisa dipakai untuk mengobati berbagai penyakit lain, seperti radang mata akut, kencing batu , panas tinggi pada anak-anak, cacingan, insomnia, peradangan saluran napas (bronchitis), dan herpes.

Seluruh bagian tanaman itu dapat di pakai sebagai obat.yakni dari akar,batang daun hingga keseluruhan bagian tanaman,baik dlm segar atau pun sudah di keringkan.
akar putri malu, mengandung senyawa tanin 10%. di filipina,akarnya sering di pakai sebagai diuretik, yaitu di rebus dan di minum untuk memperlancar pengeluaran air seni.di samping itu, juga untuk pengobatan desentri dan rasa sakit waktu haid.
selain itu, ada informasi yg menyebutkan,bahwa akarnya bisa digunakan sebagai aprodisiak,yaitu pembangikit gairah seks pada manusia.
sedang daunya bisa di gunakan untuk mengobati luka,atau bengkak karena luka. caranya dengan melumatkannya,dan memberikan air hingga berbentuk pasta. kemudian oleskan pada luka atau bengkak.
air rebusan daunnya juga dapat diminum sebagai tonikum ( minuman energi). hanya saja saat ini belum ada penelitian khusus mengenai dosis pemakaian untuk di pakai dgn cara di minum. tetapi khusus untuk insomnia, dapat dicoba menggunakan 30 grm serbuk kering tanaman,yg di rebus dgn air secukupnya.
namun yg perlu di perhatikan, wanita hamil tidak di sarankan minum rebusan ini.
ada sebuah penelitian yg telah berhasil mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa yg terkandung dlm putri malu, yaitu senyawa FLAVONOID golongan FLAVON DAN FLAVANOL, dalam ekstrak METHANOL daun.
seperti di ketahui, FLAVANOID adalah golongan senyawa yg di ketahui mempunyai berbagai khasiat, seperti anti radang, memperlancar pengeluaran air seni, anti virus,anti jamur,anti bakteri, antihipertensi, mampu menjaga dan meningkatkan kerja pembuluh darah kapiler.
sebagai senyawa golongan FENOL alam yg terbasar , khasiat FLAVONOID dalam membunuh kuman, sudah di pelajari. melalui penelitian uji khasiat anti kuman, terbukti bahwa rebusan seluruh bagian tanaman PUTRI MALU (kecuali akarnya) bisa menghambat pertumbuhan kuman- kuman tertentu.

contoh pemakaiannya adalah dapat dilakukan dengan cara diminum maupun sebagai obat luar. Hanya saja pemakaian akar putri malu dalam dosis yang tinggi bisa mengakibatkan keracunan dan muntah-muntah. Wanita hamil juga dilarang minum ramuan tersebut karena bisa membahayakan janin.

Sedangkan bagi penderita batuk dengan dahak banyak, akar putri malu sebanyak 10-15 gram direbus lalu airnya diminum.

Jika dilihat dari segi kesehatan, pisang dapat mengatasi anemia karena mengandung zat besi yang cukup banyak, kandungan asam triptopthan yang diubah menjadi serotonin (zat yang dapat mengubah suasana hati) dapat mengatasi depresi dan stres, Sedangkan kandungan vitamin B6 di dalamnya, dapat mengatur kadar glukosa dalam darah yang dapat mengubah mood. Dalam Medicinal Uses of Bananas menyebutkan pisang dapat menyembuhkan anemia, menurunkan tekanan darah, menambah tenaga untuk berpikir, kaya serat untuk membantu sistem saraf, dapat membantu perokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin, stres, mencegah stroke, mengontrol temperatur badan terutama bagi ibu hamil, menetralkan keasaman lambung, dan sebagainya.

Pisang (Musa paradiciaca)


Masyarakat setempat memanfaatkan daerah yang tidak ditumbuhi eceng gondok untuk memancing. Selain itu, mereka juga memanfaatkan sebagian lahan kosong ditepi wetland untuk ditanami padi. Selain sebagai penghasil beras, tanaman padi juga mempunyai manfaat sebagai berikut :
1. Akar padi bermanfaat untuk menghilangkan bau keringat, membunuh
cacing (antelmintik), dan sebagai penawar racun. Selaput biji (kulit ari)bersifat manis, netral, dan berkhasiat memelihara lambung, memperkuat limpa, meningkatkan napsu makan dan antineuritis. Pati beras berkhasiat sebagai pelembut kulit,dan peluruh kencing.
2. Selaput biji (Gu ya) berkhasiat untuk mengatasi: lambung dan limpa lemah,tidak nafsu makan, gangguan pencernaan, rasa penuh di dada dan perut,beri-beri serta tangan dan kaki rasa kesemutan, baal.
3.Tangkai beras berkhasiat untuk mengatasi: rambut kotor dan keguguran.
4.Biji beras berkhasiat untuk mengatasi: demam, diare, gondongan, rematik,keseleo, radang payudara, radang kulit dan bisul.
5.Akar(No tao ken) berkhasiat untuk mengatasi: Keringat berlebihan,
berkeringat spontan dan filariasis.


Contoh Pemakaian
Diare
Segenggam beras merah disangrai sampai kuning, lalu digiling halus. Seduh
dengan air panas sambil diaduk merata, sampai menjadi kuah kental. Ramuan
yang disebut air tajin ini lalu ditambahkan sedikit garam. Setelah dingin
siap untuk diminum. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

Pencuci Rambut
Sebanyak 2 ikat tangkai buah kering (merang) dimasukkan kedalam panci dari
tanah lait. Kemudian merang dibakar sampai semuanya hangus menjadi abu.
Tambahkan 1 liter air, lalu embunkan di udara terbuka semalaman. Ambil air
yang bening untuk keramas. Selesai keramas, bilas dengan air perasan jeruk
purut yang telah masak dan diencerkan dengan air gelas. Kemudian rambut
dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Lakukan 3 kali dalam seminggu.

Rematik
Sediakan beras merah 1 sendok, lempuyang sepanjang 1/2 jari tangan dan cabai
rawit 3 buah. Semua bahan tersebut setelah dicuci bersih lalu tumbuk sampai
menjadi seperti bubur. Balurkan ke tempat yang sakit.


Jadi, bukan hanya pohon kelapa yang memiliki fungsi dari ujung akar sampai ujung batang, tetapi juga tanaman padi ini.


Tanaman Padi

Fungsi yang terlihat dari rawa ini diantaranya adalah sebagai filter atau penyaring yang dapat menjernihkan air yang semula keruh kemudian keluar dari rawa ini dalam kondisi jernih. Hal ini dikarenakan adanya tumbuh-tumbuhan rawa yang dapat menghambat laju aliran air sehingga dapat mengendapkan sedimen suspensi dari air tersebut. Hal ini dibuktikan dengan perbedaan kejernihan air yang melewati sekumpulan enceng gondok dari yang sebelumnya keruh menjadi lebih jernih. Kondisi ini sangat cocok bagi ikan dan burung (beberapa unggas) sebagai tempat untuk berkembang biak. Melimpahnya air ini juga berfungsi sebagai sumber air minum bagi beberapa hewan di saat terjadi musim kemarau atau kekeringan.